Rabu, 28 Maret 2012
Benarkah Radiasi Laptop Berbahaya ?
Jika dibandingkan dengan layar monitor PC, layar laptop menghasilkan radiasi yang jauh lebih sedikit. Akan tetapi, “jauh lebih sedikit” tidak sama dengan “tidak ada”. Sebabnya banyak piranti elektronik di rumah kita yang menghasilkan radiasi dengan kadar tertentu, mulai dari televisi, DVD player, dan tentu saja telpon genggam. Piranti-piranti ini semua seakan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita sehingga hampir tidak mungkin membayangkan hidup tanpanya.
Risiko untuk mengalami masalah kesehatan akibat keterpaparan radiasi meningkat dramatis apabila kita menghabiskan banyak waktu di dekat radiasi ini dan khususnya ketika menggunakan teknologi nirbakel (wireless), seperti banyak diantara kita yang lakukan ketika menggunakan laptop. Kekhawatiran utama dengan laptop adalah bahwa seringkali laptop diletakkan di atas paha, yang mana sangat dekat dengan organ reproduksi sehingga sangat logis jika hal tersebut dikatakan dapat mengganggu kesuburan dan menyebabkan kanker. Kedengarannya cukup mengerikan bukan?
Tetapi benarkah bahwa radiasi laptop memang berbahaya? Terlepas dari apakah pertanyaan ini telah terjawab atau tidak, hal yang pasti adalah bahwa radiasi bisa berbahaya dalam dosis besar. Lalu bagaimana dengan laptop?
Isu ini masih kontroversial karena ada yang mengatakan bahwa tidak ada bukti sama sekali untuk mendukung klaim-klaim yang menyatakan bahwa radiasi laptop berbahaya, sementara yang lain sangat yakin bahwa radiasi laptop benar-benar berbahaya dan efek negatif tersebut semakin buruk, khususnya karena sekarang ini semakin banyak anak-anak yang menggunakan laptop untuk mengerjakan PR, bermain game, dan lain-lain, sementara kita tahu bahwa anak-anak lebih berisiko karena radiasi.
Menghentikan penggunaan laptop hanya karena alasan risiko yang terkait dengan radiasi saya pikir tidak mungkin, tetapi setidaknya ada beberapa tindakan yang bisa kita lakukan untuk membatasi keterpaparan jika memang radiasi laptop terbukti berbahaya.
Pertama, jika memungkinkan letakkanlah laptop Anda pada permukaan yang lain jangan di paha Anda, dan ini khususnya penting jika Anda perlu menghabiskan waktu yang lama dengan laptop secara reguler. Saat menggunakan laptop upayakan beristirahat setiap 15 menit atau setiap jam dan jangan duduk terlalu dekat dengan dengan layar.
Tindakan lain yang bisa Anda lakukan adalah membeli laptop shield yang dapat menyaring sebagian radiasi. Sekalipun begitu belum ada yang benar-benar tahu secara pasti apakah radiasi laptop adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan atau tidak dan sebelum ini terbukti benar, tidak banyak yang dapat kita lakukan selain hanya menunggu hasil penelitian-penelitian terbaru.
Dalam pada itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita adalah memastikan bahwa kita memiliki kesehatan yang baik dan mengkonsumsi banyak buah-buahan segar dan sayuran dalam diet sehingga mendapatkan lebih banyak antioksidan kesehatan yang akan membantu membersihkan semua toksin-toksin dan radikal bebas dari tubuh kita.
Tips Menghindari Bahaya Radiasi Ponsel
Ponsel atau Hp bukan lagi hal asing bagi khalayak umum . Apalagi anak remaja paling sering menggunakan alat elektronik yang satu ini . kegiatan yang paling sering dilakukan saat sudah ekat dengan hp adalah main game , sms , telpon , atau paling tidak bbm-an . Tapi taukah kalian ternyata Hp memiliki radiasi yang bisa membahayakan kesehatan .
Berikut beberapa tips untuk menghindari pancaran langsung radiasi ke tubuh kita :
Gunakan pengeras suara
Kalau bisa, gunakanlah pengeras suara ketika Anda melakukan atau menerima panggilan. Pemakaian pengeras suara ini akan membuat Anda berjarak dengan ponsel dan bisa mengurangi potensi terkena radiasi.
Kurangi percakapan di ponsel
Hindari berbicara dalam waktu lama dengan ponsel. Lakukanlah pembicaraan seperlunya atau bahkan sesingkat mungkin dan langsung pada intinya. Jika Anda terpaksa berbicara lewat ponsel dalam selang waktu lama, gunakanlah ponsel bergantian pada telinga kanan atau kiri.
Gunakan Headfree dengan No-Bluetooth
Jangan menggunakan perangkat ini jika tidak terlalu membutuhkan karena perangkat ini dapat menyebabkan pancaran radiasi tambahan yang dihasilkan oleh ponsel. Gunakan saja headfree yang langsung terhubung dengan ponsel Anda.
Jauhkanlah dari telinga
Ketika Anda melakukan panggilan tetapi belum ada jawaban dari yang Anda telepon, sebaiknya jangan menempelkan ponsel/hape ke telinga Anda.
Stop penggunaan telepon ketika sinyal lemah. Ketika Anda ingin berusaha menelepon saat sinyal ponsel lemah, maka ponsel akan melakukan usaha yang kuat untuk melakukan koneksi terhadap jaringan di sekitar. Dan ini menimbulOkan radiasi yang sangat besar.
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2249416-tips-menghindari-bahaya-radiasi-ponsel/#ixzz1qOxfzAHM
BIografi James Sidis - Manusia Paling Jenius di Bumi
Kali ini gua bakal ngasih biografi seorang tokoh yang sangat bisa memberi inspirasi pada remaja zaman sekarang .
James Sidis terlahir dengan nama lengkap William James Sidis pada tanggal 1 april 1898 Di Amerika Serikat, James Sidis merupakan manusia paling jenius yang pernah ada di muka bumi dengan IQ (tingkat Kecerdasan) di atas 250-300. Kejeniusannya mengalahkan Da Vinci, Einstein, Newton dan ilmuwan lainnya. Nama James Sidis nyaris luput dari hingar bingar pemberitaan tentang para jenius di jagat ilmu pengetahuan.
Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar. menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.
James Sidis lulus cumlaude sebagai sarjana matematika di usia 16. Selanjutnya Ia melanjutkan kuliahnya namun sempat tersendat karena dibully oleh sekelompok mahasiswa yang tidak menyukainya. Di usia 17 Sidis menerima tawaran sebagai asisten dosen sambil melanjutkan ke program doktor namun sayang Ia tidak menyelesaikan studinya dengan alasan merasa frustasi oleh sistem pembelajaran dan perlakuan kakak kelasnya. Saat itu Ia sempat mengeluh, “ Aku tidak tahu kenapa mereka memberiku pekerjaan ini dan menempatkanku sebagai orang spesial, aku sebenarnya tidak layak sebagai dosen. “
Lebih dasyat lagi, Sidis mengerti 200 jenis bahasa di
dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit.
Di tahun 1919, Sidis ditangkap dan ditahan selama 18 bulan karena keterlibatannya dalam demo Socialist May Day di Boston. Saat itu Ia membuat pernyataan menentang wajib militer pada perang Dunia I. Penangkapannya itu sempat menghebohkan media masa sebagaimana saat Ia mengawali kiprahnya sebagai bocah jenius. Sejak keluar dari penjara, Sidis kemudian menghilang bak ditelan bumi dan setelah sekian lama jejaknya terendus oleh seorang reporter yang bertemu dengan seorang pemulung besi tua nan papa, ternyata dialah ‘ William James Sidis. ‘
Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika - sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya.
Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.
Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.
Referensi :
- http://cyberblogcrew.blogspot.com/2011/06/kisah-tragis-sang-jenius-william-james.html
- http://www.taukahkalian.com/2011/03/william-james-sidis-adalah-manusia.html
Langganan:
Postingan (Atom)


